Senin, 16 November 2009

Paragraf Dalam Bahasa Indonesia

PARAGRAF

PENGERTIAN PARAGRAF
Paragraf terdiri atas beberapa kalimat yang terdiri atas satu kalimat inti dan kalimat penjelas. Kalimat-kalimat dalam paragraf berkaitan sehingga membentuk satu kesatuan pikiran. Seluruh kalimat membicarakan tentang satu masalah. Paragraf merupakan satuan informasi yang memiliki ide pokok/ topik/ pikiran utama/ gagasan pokok sebagai pengendali.
Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran daln subuah karangan. Satu buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau topic, kalimat-kalimat penjelas sampai kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan (Alkhaidah dkk, 1991:144).
Keraf (1977:51) menyebut paragraf sebagai alinea. Alinea adalah kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih luas dari kalimat. Ia merupakan himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah ide.
Dengan demikian, paragraf adalah kumpulan kalimat (minimal dua kalimat). Yaitu terdiri atas kalimat inti yang menjadi ide pokok dan kalimat yang lain menjadi kalimat penjelas. Paragraf juga merupakan bagian dari suatu karangan atau tuturan yang terdiri atas beberapa kalimat yang membicarakan satu gagasan atau satu ide pokok.
Kegunaan paragraf adalah untuk menandai pembukaan topik baru, atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya, dan untuk menambah hal-hal yang penting dan untuk merinci apa yang sudah diutarakan pada paragraf sebelumnya.

MACAM-MACAM PARAGRAF
1. Paragraf Pembuka
Paragraf yang berperan sebagai pengantar untuk sampai kepada masalah yang akan diuraikan. Oleh sebab itu, paragraf pembuka harus dapat menarik perhatian pembaca. Kegunaan paragraf pembuka adalah menarik perhatian dan menjelaskan tujuan penulisan ini.
2. Paragraf Penghubung
Masalah yang diuraikan ada pada paragraf penghubung. Paragraf ini berisi persoalan yang akan dikemukakan.oleh karena itu, secara kuantitatif, jumlah paragraf penghubung paling panjang, dan antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lain harus saling berhubungan.
3. Paragraf Penutup
Paragraf penutup mengakhiri sebuah karangan. Paragraf ini biasanya berisi kesimpulan dari paragraf pnghubung dan juga berisi penegasan kembali hal-hal yang dianggap penting dalam paragraf penghubung.

IDE POKOK
Setiap paragraf memiliki satu ide pokok sebagai pengendali. Ide pokok dapat terletak di awal pargaraf, akhir paragraf, dan mungkin di awal dan akhir paragraf. Kalimat yang mengandung ide pokok disebut kalimat inti. Berikut pemaparan tiap-tiap ide pokok.
1. Ide pokok yang terletak di awal paragraf
Ide pokok yang terletak di awal paragraf pada umumnya mengandung pernyataan yang bersifat umum, pernyataan yang masih memerlukan pengembangan, rincian, dan penjelasan lebih lanjut. Penjelasan yang tidak langsung berkaitan dengan ide pokok seharusnya tidak dimasukkan dalam paragraf sebab akan mengganggu alur pikiran. Alur pikiran yang digunakan bersifat deduktif, yaitu penulis lebih dulu mengemukakan pernyataan yang umum kemudian hal-hal khusus yang merupakan penjelasan dan riciannya.
Contoh:
Arang aktif adalah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pembakaran yang mempunyai sifat tidak larut dalam air. Arang ini dapat diperoleh dari pembakaran zat-zat tertentu, seperti ampas tebu, tempurung kelapa, dan tongkol jagung. Jenis arang ini banyak digunakan dalam beberapa industri pangan atau non pangan. Industri yang menggunakan arang aktif adalah industri kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan minyak, menghilangkan bau yang tidak murni dan menguapkan zat yang tidak perlu.
2. Ide pokok yang terletak di akhir paragraf
Ide pokok yang terletah di akhir paragraf merupakan simpulan atau rangkuman dari kalimat-kalimat sebelumnya. Penulis lebih dulu mengemukakan kejadian, peristiwa, atau keadaan kemudia pada akhir paragraf dikemukakan kesimpulan atau rangkumannya. Alur pikiran yang dinyatakan pada pargraf ini disebui induktif.
Contoh:
Dua anak kecil ditemukan tewas di pinngir jalan jendral Sudirman. Seminggu kemudian seorang wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil Jhon. Polisi juga menemukan poter dua anak yang tewas di jalna jendral sudirman di dalam kantong celana Jhon. Dengan demikian, Jhon adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.
3. Ide pokok yang terletak di awal dan di akhir paragraf
Ide pokok yang terletak di awal paragraf berisi pernyataan umum yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut. Sedangkan ide pokok yang terletak di akhir paragraf merupakan ulangan dari ide pokok yang terletak di awal paragraf. Kalimat-kalimat yang terletalak diantara ide pokok itu merupakan pengembangan ide pokok, menjelaskan apa yang dikemukakan ide pokok. Tujuan pengembangan ide pokok itu untuk menguatkan pernyataan yang dinyatakan dalam ide pokok. Alur pikiran paragraf ini disebut deduktif-induktif.
Contoh:
Malam harinya kami sibuk. Barang sewaan mulai berdatangan. Tenda dipasang langsung oleh petugas. Ada yang menata tempat khitan dan ada yang memasak di dapur. Pokoknya semua sibuk.

KOHESI DAN KOHERENSI
Dalam sebuah paragraf terdapat satu ide pokok. Informasi yang dinyatakan dalam kalimat yang satu berhubungan dengan yang lain. Tanpa adanya kepaduan informasi, kumpulan itu tidak menghasilkan paragraf. Kepaduan informasi dan kepaduan di bidang makna disebut koherensi. Penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan paragraf antar kalimat menunjukkan kepaduan bentuk. Kepaduan bentuk disebut kohesi.
Contoh:
Jalan itu sangat ramai. Pagi-pagi pukul 06.00 sudah banyak kendaraan yang lewat membawa sayur-sayuran dan hasil pertanian yang lain ke pasar. Tak lama kemudian, anak-anak sekolah memadati jalan itu. Ada yang naik sepeda, ada yang naik sepeda motor dan ada juga yang naik mobil jemputan. Sesudah itu, datang giliran para pegawai baik negeri maupun swasta berangkat ke tempat kerja masing-masing. Demikianlah hingga malam, jalan itu tidak pernah sepi.

PENANDA HUBUNGAN ANTAR KALIMAT
Penanda hubungan anttar kalimat atau pengait antar kalimat berfungsi memadukan hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam suatu paragraf. Penanda hubungan dapat dibedakan menjadi lima yaitu: (1 ) penunjukkan, (2) penggantian, (3) pelesapan, (4) perangkaian, (5) hubungan leksikal. Berikut penjabaran masing-masing.
1. Penunjukkan
Penunjukkan berasal dari kata tunjuk. Penunjukan adalah penggunaan kata atau frasa untuk menun juk atau mengacu kata, frasa atau satuan gramatikal lainnya. Dalam penunjukkan ada dua unsur, yaitu unsur penunjuk dan unsur tertunjuk. Kedua unsur tersebut harus mengacu pada referensi yang sama.
Contoh:
Pembicaraan yang berlangsung secara terpisah di tempat penginapan kepala negara di wisma Baribio itu atas permintaan kepala pemerintahan yang bersangkutan. Pembicaraan itu dilakukan setelah mereka menghadiri perayaan hari kebangsaan Negara Brunei Darussalam di stadiun Negara Hasanal Bolkiah.
Penunjukkan memiliki dua jenis, yaitu anaforik dan kataforik. Anaforik adalah penunjukkan ke dapan atau ke kiri, sedangkan kataforik adalah penunjukkan ke belakang atau ke kanan.
Contoh:
Di atas ini adalah gambar papan catur yang istilah teknisnya adalah diagram. Untuk memudahkan penglihatan diagram itu disajikan tanpa buah caturnya.
Ini: kataforik, itu: anaforik

2. Penggantian
Penggantian adalah penanda hubungan kalimat yang berupa kata atau frasa ynag menggantikan kata, frasa atau satuan gramatikal yang lain yang terletak di depannya secara anaforik dan di belakangnya secara kataforik. Berikut kata yang sering digunakan dalam penanda hubungan pengantian:
1) kata ganti persona
I: aku, saya, kami, kita
II: engkau, kamu, anda
Klitika: jauh dengan pembicaraan (itu) dan dekat dengan pembicaraan (ini)
2) kata ganti tempat: sana, sini, situ
3) anaforik: bgitu, demikian
4) kataforik: begini

3. Pelesapan atau elipsis
Adanya unsur kalimat yang tidak ada secara tersurat pada kalimat berikutnya (sekalipun tidak tersurat namun kehadiran kalimat itu dapat diperkirakan). Contoh:
Seringkah KLH untuk menyeret para pencemar lingkungan ke pengadilan? Banyak orang mungkin yang meragukan. Namun, tidak seperti yang sudah-sudah, ancaman kali ini memperoleh dukungan dua menteri lain yang berkompeten.
4. Perangkaian
Perangkaian adalah adanya kata yang merangkaikan kalimat satu dengan kalimat yang lain. Penanda gubungan perangkaian juga menandai hubungan di bidang makna. Penanda huungan sering menggunakan kata dan, lalu, kemudian, akan tetapi, tetapi, padahal, namun, sebaliknya, bahkan, setelah itu, sesudah itu, oleh sebab itu, dan sebagainya’
5. Hubungan Leksikal
Hubungan leksikal adalah hubungan yang disebabkan oleh adanya kata-kata yang secara leksikal memiliki pertalian. Penanda hubungan leksikal dibedakan menjadi pengulangan, sinonimi, dan hiponimi.
Pengulangan adalah mengulang unsur yang terdapat pada kalimat di depannya (pengulangan bentuk dan makna). Macam-macam pengulangan adalah pengulangan sama tepat, pengulangan sebagian, pengulangan dengan perubahan bunyi dan pengulangan parafrase.
Contoh:
Nawal El-sadawi dijuluki sebagai feminis. Julukan serupa juga dilekatkan pada Fatimah Mernisi yang memperjuangkan hak-hak perempuan.
Selain kelima macam penanda hubungan diatas, penanda hubungan juga dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu ungkapan penghubung transisi, kata ganti dan kata kunci. Ketiga penanda hubungan tersebut menandakan kepaduan dan menjadi ciri kalimat efektif. Berikut penjabaran masing-masing.
1. Ungkapan hubungan transisi
Ungkapan hubungan transisi dujabarkan menjadi delapan jenis hubungan. Kedelapan jenis itu adalah hubungan tambahan, hubungan pertentangan, hubungan perbandingan, hubungan akibat, hubungan tujuan, hubungan singkatan, hubungan waktu, dan hubungan tempat.
1) hubungan tambahan: lebih lagi, selanjutnya, tambahan pula, disamping itu, lalu, berikutnya, demikian pula, begitu juga, lagi pula
2) hubungan pertentangan: akan tetapi, namun, bagimanapun, walaupun, demikian, sebaliknya, meskipun begitu, lain halnya, kendatipun begitu
3) hubungan perbandingan: sama dengan itu, dalam hal demikian, sehubungan dengan itu
4) hubungan akibat: oleh sebab itu, jadi, akibatnya, oleh karena itu, maka
5) hubungan tujuan: untuk itu, untuk maksud itu
6) hubungan singkatan: singkatnya, pendeknya, akhirnya, pada umumnya, dengan kat lain, sebagai kesimpulan
7) hubungan waktu: sementara itu, segera setelah itu, berapa saat kemudian
8) hubungan tempat: berdekatan dengan itu, berdampingan dengan itu, bersebelahan dengan itu
contoh: Pak Saimon sangat sibuk. Pagi hari, ia harus mengantarkan anaknya ke sekolah, kemudian ke pasar untuk membeli kebutuhan rumah tangga. Pada siang hari, ia harus memberi makan ternaknya. Selanjutnya menjemput anak dari sekolah. Kesibukan it terus menerus dilakukan Pak Saimon hinga malam hari.
2. Kata ganti
Penggunaan kata ganti meliputi kata ganti orang dan kata ganti yang lain. Kata ganti orang digunakan untuk mrnghindari penyebutan nam orang berkali-kali. Kata ganti orang dibagi menjadi tiga yaitu kata ganti orang pertama, kata ganti orang kedua, dan kata ganti orang ketiga. Berikut penjabarannya.
1) kata ganti orang pertama: saya, aku, ku, kita, kami
2) kata ganti orang kedua: engkau, kau, kamu, mu, anda, kamu sekalian
3) kata ganti orang ketiga: dia, ia, beliau, mereka, nya
4) kata ganti yang lain adlah itu, ini, tadi, begitu, demikian, disitu, di atas, di sana, dan di sini.
Contoh: Dengan kesabaran Pak saimon melakukan seluruh pekerjaan sendiri. Ia tidak dibantu siapa-siapa. Istrinya telah meninggal. Ia memiliki dua anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Anak-anaknya masih kecil, ia harus mengurus kebutuhan mereka dari pagi sampai malam hari.
3. Kata kunci
Yang dimaksud kata kunci adalah pengulangan kata yang dipentingkan. Pengulangan kata-kata kunci ini perlu dilakukan dengan hati-hati atau tidak terlalu sering.
Contoh: Dalam mengajarkan sesuatu, langkah pertama yang harus dilakukan guru adalah menetapkan tujuan. Tanpa tujuan, materi dan metode yang guru gunakan akan tidak memberikan manfaat yang jelas. Dengan mengetahui tujuan, siswa akan memahami materi dan dapat mengevaluasi dengan baik.

TANDA PARAGRAF
Sebuah paragraf dapat ditandai dengan memulai kalimat pertma agak menjorok ke dalam, kira-kira lima ketukan pada mesin ketik atau 2 cm atau 5 karakter pada komputer. Dengan demikian paragraf mudah dikenali karena permulaan kalimat ditulis tidak sejajar dengan garis margin kiri.
Namun, tidak semua paragraf selalu menjorok ke dalam. Hal ini disesuaikan dengan bentuk paragrafnya. Ada tiga bentuk paragraf yaitu menjorok ke dalam, paragraf merenggang, dan paragraf campuran.
1. paragraf menjorok ke dalam
2. paragraf merenggang
3. paragraf campuran


KEGUNAAN PARAGRAF
Kegunaan paragraf adalah:
1.untuk menandai pembukaan topik baru, atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya
2.untuk menambah hal-hal penting atau untu merinci apa yang sudah diutarakan dalam paragraf sebelumnya.

PARAGRAF MENURUT JENISNYA
Terdapat tiga macam paragraf yaitu paragraf pembuka, paragraf pengembang dan paragraf penutup. Berikut penjabarannya.
1. Paragraf pembuka
Paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menghubungakn pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan selanjutnya. Salah satu cara untuk menarik perhatian adalah dengan mengutip pernyataan orang terkemuka.
2. Paragraf pengembang
Paragraf pengembang mengemukakan inti persoalan yang akan dibahas. Paragraf pengembang dapat lebih dari satu paragraf dan paragraf yang lain harus memperlihatkan hubungan yang serasi dan logis. Paragraf itu dapat dikembangkan dengan cara eksposisi, deskriptif, naratif, dan argumentasi.
3. Paragraf penutup
Paragraf penutup berupa simpulan suatu pembicaraan yang telah dipaparkan pada paragraf-paragraf sebelumnya.

PARAGRAF MENURUT TEKNIK PEMAPARANNYA
Suatu paragraf dapat menggunakan empat teknik untuk memaparkan ide pokok. Keempat teknik itu adalah deskriptif, ekspositoris, argumentatif, dan naratif.
1. Deskriptif
Deskripsi artinya menguraikan, memerikan atau melukiskan. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Dengan deskripsi, pembaca dapat seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat dalam suatu peristiwa.
Paragraf dengan teknik deskriptif adalah paragraf yang melukiskan segala sesuatu sesuai dengan daya tangkap indra. Paragraf ini bersifat tata ruang atau tata letak. Pembicaraannya dapat berurutan dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan.
Contoh:
Wanita itu tampaknya tidak jauh dari usianya dari dua puluh tahun. Mungkin ia lebih tua, tapi pakaian dan lagaknya mengurangi umurnya. Parasnya cantik. Hidungnya mancung. Matanya berkilauan seperti orang India. Tahi lalat di atas bibirnya dan rambutnya yang ikal berlomba-lomba menyempurnakan kecantikannya.

2. Ekspositoris/eksposisi
Paragraf dengan teknik eksposisi adalah paragraf yang memaparkan tentang maksud dan tujuan tertentu. Penyampainnya dapat menggunakan perkembangan analisis kronologis keruangan.
Tujuan paragraf eksposisi adalaj memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan dan desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Paragraf ini biasanya digunakan dalam penyajian pengetahuan/ilmu, definisi, pengertian, langkah-langkah suatu kegiatan, metode, cara, dan proses terjadinya sesuatu.
Contoh:
Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan bakarnya yakni makanan yang ditelan menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang anda makan pada waktu sarapan akan dibakar dalam tubuh sama seperti bensin dibakar dalam selinder mesin mobil.

3. Argumentasi
Argumentasi adalah membuktikan dan menyampaikan alas an. Paragraf ini bertujuan untuk menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, opini tertulis kepada pembaca. Untuk meyakinkan pembaca, dapat ditambah dengan contoh, berbagai alas an lain yang menguatkan pendapat penulis.
Contoh:
Penebangan hutan harus dihentikan. Pohon-pohon dihutan harus dapat menyerap sisa-sisa pembakaran dari pabrikdan kendaraan bermotor. Jika hutan ditebang habis, maka tidak ada mesin yang bisa menyerap sisa-sisa pembakaran. Sisa-sisa pembakaran dapat meningkatkan pemanasan globa. Pemanasan global akan melelehkan gunung es di kutub. Akibatnya, kota-kota di tepi pantai seperti Jakarta, terendam air laut. Jika hutan terus ditebang dengan alas an ekonomi, maka terjadi bahaya yang luar biasa. Oleh sebab itu, hutan harus dilestarikan.

4. Persuasi
Persuasi artinya membujuk dan menyarankan. Paragraf ini adalah kelanjutan dari paragraf argumentasi. Paragraf ini lebih bersifat membujuk atau meyakinkan pembaca terhadap suatu hal atau objek menurut pendapat penulis. Paragraf ini menggunakan teknik perkembangan analisis.
Perbedaan argumentasi dan persuasi terletak pada sasaran yang diinginkan. Argumentasi menitikberatkan pada logika pembaca, sedangkan persuasi pada emosi dan perasaan pembaca.

Contoh:
Praktik berpidato memang luar biasa manfaatnya. Pengalaman setiap praktik merupakan pengalaman batin yang berharga. Semakin sering praktik, pengalaman akan semakin bertambah. Dari pengalaman itu, pembicara menemukan cara-cara berpidato yang baik, efektif dan memikat. Semakin banyak daya pikat ditemukan maka semakin sering diterapkan dalam praktik, semakin meningkat pula ketrampilan berpidatonya.
Tidak dapat disangkat bahwa praktik berpidato menjadi obat untuk membangun percaya diri. Bila percaya diri semakin besar, pembicara akan tampil tenang saat berpidato. Ketenangan inilah yang menjadi modal untuk memperoleh kemahiran dan ketrampilan berpidato. Jadi, anda harus melaksanakan praktik pidato.

5. Narasi
Narasi atau dapat juga disebut naratif. Narasi bermakna kisah atau cerita. Paragraf narasi bertujuan mengisahkan atau menceritakan. Kadang-kadang mirip dengan deskripsi, yang membedakan adalah dalam narasi ada tokoh yang diceritakan. Karena paragraf naratif bersifat menguraikan suatu cerita atau kejadian, paragraf ini sering dijumpai pada karya sastra seperti cerpen, novel, atau hikayat.
Contoh:
S menuturkan, siang itu tanggal 25 juni 1985 ia sedang bersembahyang di dalam bloknya. Tiba-tiba ia mendengar suara gaduh. Puluhan orang berhamburan keluar lewat pintu gerbang Rutan salemba. Laki-laki yang belum menerima vonis itu langsung ikut kabur.

Tidak ada komentar: